Orang Muda Katolik atau yang sering disebut dengan OMK kembali melakukan Ekaristti Kaum Muda. Secara langsung MITRA INDONESIA bisa melihat acara Ekaristi Kaum Muda pada hari Minggu tanggal 7 Agustus 2011 di Gereja Santa Maria Assumpta Babarsari.
Prosesi misa pada Ekaristi Kaum Muda sebenarnya sama dengan misa hari-hari biasa. Namun tema Ekaristi Kaum Muda yang diusung kali ini adalah “BERJUANG UNTUK BERANI TETAP SETIA”.
Misa dimulai ketika adanya perarakan masuk, yakni adanya tari-tarian oleh 4 wanita yang menggunakan busana jawa serta seorang lelaki yang terlihat seperti seorang raja. Lelaki tersebut dipobong 2 orang.
Untuk bacaan pertama diambil dari 1 Raja-raja 19:9a,11-13b. Bacaan kedua diambil dari Roma 9:1-5 sedangkan bacaan Injil diambil dari Matius 14:22-33. Dalam Ekaristi Kaum Muda kali ini, dipertunjukkan pula adanya visualisasi dari OMK Baciro (penyelenggara Ekaristi Kaum Muda) yakni adanya tarian dari 4 laki-laki yang menyerupai si jahat. Kemudian disusul keluarnya 4 penari wanita hingga si Raja. Mereka melakukan peperangan hingga si Raja tertangkap oleh 4 penari laki-laki yang terlihat seperti si jahat (dilukiskan seperti raksasa). Setelah itu ke-empat penari wanita membawa dupa yang menyebabkan si jahat kalah.
Visualisasi pun berakhir dan dimulailah homili oleh Rama Andreas Setyobudi Sambodo, Pr (sering disapa Rama Budi). Dalam homilinya, Rama Budi mengatakan bahwa 4 penari wanita itu diibaratkan sebagai pribadi atau hati nurani. Romo Budi juga berpesan bahwa iman itu juga harus diseimbangi dengan hal-hal duniawi dan Ilahi. Terlebih orang-orang pada saat ini sering takut dalam hal apapun. Seperti halnya bacaan pada Injil yang menyatakan bahwa para murid juga mengalami ketakutan ketika melihat Yesus berjalan di atas air karena dikira sebagai hantu. Atau seperti Petrus yang ketakutan, bimbang, kurang percaya ketika berjalan diatas air mendapatkan Yesus.
Misa pun diakhiri dengan Doa bagi orang muda katolik.