BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 28 Mei 2012

Arti Cinta

Kahlil Gibran mengatakan bahwa hidup tanpa cinta seperti tumbuhan yang tak berbunga dan berbuah. Sedangkan Friedrich Max Muller, seorang filsuf Jerman mengatakan bahwa bunga tidak akan berkembang tanpa adanya matahari. Begitu juga manusia, manusia juga tidak akan bisa hidup tanpa cinta. Tapi cinta saja tidak akan menunjang suatu hubungan.
Cinta itu ibarat sebutir benih yang siap untuk ditanam. Ketika benih itu ditanam ditempat (tanah) yang baik, selalu disiram dan dirawat dengan baik (penuh kasih sayang), maka benih itu nantinya tidak akan menjadi benih begitu saja. Benih itu bisa berubah menjadi bunga yang cantik atau tanaman yang menghasilkan buah yang enak. Tapi kalau benih itu ditanam di tanah yang baik dan nggak dirawat juga nggak akan menghasilkan apa-apa. Demikian juga kalo benih itu nggak ditanam di tanah yang baik ditambah lagi nggak dirawat, hasilnya juga lebih buruk. Baru beberapa hari aja udah mati.



Tanaman perlu adanya kasih sayang dari sang empunya tanaman itu. Dia nggak akan tumbuh dengan baik gitu aja tanpa ada campur tangan pemiliknya.
Ternyata nggak jauh beda ama cinta. Cinta juga butuh perawatan yang baik. Kalo cinta dibiarkan begitu, pastilah cinta itu lama-lama akan mati. Ya, bisa dibilang bahwa cinta itu akan pergi meninggalkan diri ini.


Cinta juga ibarat lilin. Ketika lilin itu menyala, mampukah kita untuk menjaganya dari angin. Angin itu ibarat masalah-masalah yang datang dalam kehidupan percintaan. Angin bisa saja kecil namun juga bisa besar, bahkan bisa memporakporanda semua yang ada di sekitarnya.
Kalau kita mampu menjaga lilin itu agar tetap menyala, maka lilin itu terus akan menyala dan menerangi sekitarnya. Menjaga lilin agar tidak redup atau padam juga tidak mudah, pastinya dibutuhkan usaha extra. Demikian juga dalam hal cinta, menjaga agar seseorang yang kita sayang untuk tetap menyayangi kita pasti juga nggak mudah. Mungkin bisa dilakukan dengan saling percaya, menjaga komunikasi, saling menghargai, tenggang rasa, humor yang tinggi atau masih banyak hal lain yang bisa dilakukan.
Cinta itu tak selamanya indah, namun juga tak selamanya berisikan kisah penuh air mata. Cinta, sebuah kata yang sering diucapkan dan sering didengar. Semua makhluk pun bisa nglakuin itu dengan mudah. Mulai dari hewan sekecil apa pun sampai manusia kayak kita ini.
            Nglakuinnya memang mudah, tapi memaknai apa arti cinta itu sendiri, bisa dibilang rasanya susah banget. Karena banyak orang yang hanya mampu mengungkapkan tanpa tahu apa arti ketika mereka berkata cinta.

Kilau – inikah cinta
tiba di saat berjumpa
jumpa dirinya di suatu suasana
ku rasa getaran di dalam dadaku
hatiku tak bisa berkata
saat ku jumpa dirinya di suatu suasana
terasa getaran dalam dada
ku coba mendekatinya, ku tatap wajahnya
oh dia sungguh mempesona
ingin daku menyapanya, menyapa dirinya
bercanda tawa dengan dirinya
namun apa yang kurasa
aku tak tau harus berkata apa
inikah namanya cinta oh inikah cinta
cinta pada jumpa pertama
inikah rasanya cinta, oh inikah cinta
terasa bahagia saat jumpa dengan dirinya
ku jumpa dia berikutnya suasana berbeda
getaran itu masih ada
aku dekati dirinya, ku tatap wajahnya
oh dia tetap mempesona
rindu terasa di kala diri ini ingin jumpa
ingin selalu bersama bersama ooh
(bersama dalam segala suasana)
Sepenggal lagu itu memang berisikan tentang cinta. Tapi syair lagu itu berisikan tentang cinta yang indah. Cinta yang benar-benar bisa mempesonakan setiap insan yang sedang merasakan indahnya cinta. Bahkan cinta itu bisa membutakan seseorang yang sedang jatuh cinta. Jadi pantaslah kalo ada pepatah “cinta itu buta”. Memang seperti itu kenyataannya, bahwa cinta bisa membutakan apa pun yang ada di sekitar kita.
Cinta juga harus dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai, bukan atas dasar paksaan. Jika cinta bukan paksaan tapi knapa zaman dulu ajang perjodohan laku ya?? Nah, itu yang buatku bertanya-tanya sampai detik ini.
Kataku tadi, cinta harus dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai. Tapi jika hanya dilakukan oleh satu orang, apakah masih termasuk cinta? Mmmmttttt, bingung juga, itu termasuk cinta apa bukan. Soalnya zaman sekarang banyak orang yang mencintai hanya satu sisi aja, ya bisa dibilang cinta bertepuk sebelah tangan.
Cinta yang bertepuk sebelah tangan kadang emang nyakitin, tapi kadang juga berakhir dengan indah. Itu kalo orang yang kita cintai awalnya nggak ‘ngeh’ ama kita trus jadi ada rasa ama kita. Yang pasti bukan rasa benci atau rasa tambah nggak suka, yang jelas itu adalah rasa cinta.
Mencintai itu awalnya bisa dari perasaan kagum, perasaan suka, perasaan sayang, trus jadi perasaan cinta. Bahkan kata mencintai lawan jenis itu terlihat dangkal banget buat orang yang terlalu sering mendapatkan cinta dari lawan jenis dengan mudah banget. Ibarat kayak mungutin sampah di tempat penampungan sampah.
Tapi itu bakal beda lagi kalo ama orang yang jarang mendapatkan cinta bahkan nggak pernah ngrasain cinta dari lawan jenis. Wuihhhhhh.... tragis banget kalo mpe nggak pernah ngrasain cinta dari lawan jenis. Wkkwkwkk (peace J).
 Itulah cinta yang bener-bener berwarna, kadang warnanya cerah tapi kadang juga gelap (kayak nggak ada lampu). Ibarat pelangi, penuh warna. Ada merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan unggu.
Semua tergantung kita yang mengalami dan merasakannya. Kalo kamu mau warnanya cerah terus, ya itu bisa aja. Caranya kamu brusaha untuk mendapatkan rasa cinta dari orang yang kamu suka trus dirawat deh. Bisa dibilang jangan mau mencintai dari satu sisi aja alias cinta bertepuk sebelah tangan. Eitzzzzz, tapi nggak akan segampang itu buat lawan jenis kita juga cinta ama kita. Nggak segampang kamu nulis kata CINTA di lembar kertas kosong, nggak segampang kamu berteriak kata CINTA, nggak segampang kamu ngehayal dipeluk ama Justin Bieber atau ama artis beken lainnya. Karena untuk mendapatkan semua itu butuh yang namanya PENGORBANAN.
Pengorbanan cinta ibarat kalo kita beli barang. Ada uang banyak pasti juga bisa beli barang dengan kualitas yang OK punya. Kalau mau kualitas barang OK tapi nggak ada uang banyak gimana? Ya itu sama aja namanya bo’ong.
Nah pengorbanan cinta itu juga kayak gitu. Mau hasil akhirnya sesuai dengan apa yang kita harapin? Yang jelas harus berusaha keras untuk mendapatkannya. Karna semua itu nggak semudah ama apa yang kita harapin. Nggak semudah kayak balikin telapak tangan. Kalo balikin telapak tangan cuma butuh waktu sedetik, pengorbanan cinta itu bisa berkali-kali dari waktu balikin telapak tangan.
Bahkan udah dibela-belain berkorban sampai tetes darah penghabisan kayak di medan perang aja belum tentu bisa berakhir bahagia atau sesuai dengan apa yang diharapin. Gimana kalo nggak ada yang namanya pengorbanan? Entahlah.... nggak bisa bayangin kayak gimana.

0 komentar: