Kahlil Gibran
mengatakan bahwa hidup tanpa cinta seperti tumbuhan yang tak berbunga dan
berbuah. Sedangkan Friedrich Max Muller, seorang filsuf Jerman mengatakan bahwa
bunga tidak akan berkembang tanpa adanya matahari. Begitu juga manusia, manusia
juga tidak akan bisa hidup tanpa cinta. Tapi cinta saja tidak akan menunjang
suatu hubungan.
Cinta itu
ibarat sebutir benih yang siap untuk ditanam. Ketika benih itu ditanam ditempat
(tanah) yang baik, selalu disiram dan dirawat dengan baik (penuh kasih sayang),
maka benih itu nantinya tidak akan menjadi benih begitu saja. Benih itu bisa
berubah menjadi bunga yang cantik atau tanaman yang menghasilkan buah yang
enak. Tapi kalau benih itu ditanam di tanah yang baik dan nggak dirawat juga
nggak akan menghasilkan apa-apa. Demikian juga kalo benih itu nggak ditanam di
tanah yang baik ditambah lagi nggak dirawat, hasilnya juga lebih buruk. Baru
beberapa hari aja udah mati.
Tanaman perlu
adanya kasih sayang dari sang empunya tanaman itu. Dia nggak akan tumbuh dengan
baik gitu aja tanpa ada campur tangan pemiliknya.
Ternyata nggak
jauh beda ama cinta. Cinta juga butuh perawatan yang baik. Kalo cinta dibiarkan
begitu, pastilah cinta itu lama-lama akan mati. Ya, bisa dibilang bahwa cinta
itu akan pergi meninggalkan diri ini.
Cinta juga
ibarat lilin. Ketika lilin itu menyala, mampukah kita untuk menjaganya dari
angin. Angin itu ibarat masalah-masalah yang datang dalam kehidupan percintaan.
Angin bisa saja kecil namun juga bisa besar, bahkan bisa memporakporanda semua
yang ada di sekitarnya.
Kalau kita
mampu menjaga lilin itu agar tetap menyala, maka lilin itu terus akan menyala
dan menerangi sekitarnya. Menjaga lilin agar tidak redup atau padam juga tidak
mudah, pastinya dibutuhkan usaha extra. Demikian juga dalam hal cinta, menjaga
agar seseorang yang kita sayang untuk tetap menyayangi kita pasti juga nggak
mudah. Mungkin bisa dilakukan dengan saling percaya, menjaga komunikasi, saling
menghargai, tenggang rasa, humor yang tinggi atau masih banyak hal lain yang
bisa dilakukan.
Cinta itu tak
selamanya indah, namun juga tak selamanya berisikan kisah penuh air mata.
Cinta, sebuah kata yang sering diucapkan dan sering didengar. Semua makhluk pun
bisa nglakuin itu dengan mudah. Mulai dari hewan sekecil apa pun sampai manusia
kayak kita ini.
Nglakuinnya
memang mudah, tapi memaknai apa arti cinta itu sendiri, bisa dibilang rasanya susah
banget. Karena banyak orang yang hanya mampu mengungkapkan tanpa tahu apa arti
ketika mereka berkata cinta.
Kilau – inikah cinta
tiba
di saat berjumpa
jumpa dirinya di suatu suasana
ku rasa getaran di dalam dadaku
hatiku tak bisa berkata
jumpa dirinya di suatu suasana
ku rasa getaran di dalam dadaku
hatiku tak bisa berkata
saat
ku jumpa dirinya di suatu suasana
terasa getaran dalam dada
ku coba mendekatinya, ku tatap wajahnya
oh dia sungguh mempesona
terasa getaran dalam dada
ku coba mendekatinya, ku tatap wajahnya
oh dia sungguh mempesona
ingin
daku menyapanya, menyapa dirinya
bercanda tawa dengan dirinya
namun apa yang kurasa
aku tak tau harus berkata apa
bercanda tawa dengan dirinya
namun apa yang kurasa
aku tak tau harus berkata apa
inikah
namanya cinta oh inikah cinta
cinta pada jumpa pertama
inikah rasanya cinta, oh inikah cinta
terasa bahagia saat jumpa dengan dirinya
cinta pada jumpa pertama
inikah rasanya cinta, oh inikah cinta
terasa bahagia saat jumpa dengan dirinya
ku
jumpa dia berikutnya suasana berbeda
getaran itu masih ada
aku dekati dirinya, ku tatap wajahnya
oh dia tetap mempesona
getaran itu masih ada
aku dekati dirinya, ku tatap wajahnya
oh dia tetap mempesona
rindu
terasa di kala diri ini ingin jumpa
ingin selalu bersama bersama ooh
(bersama dalam segala suasana)
ingin selalu bersama bersama ooh
(bersama dalam segala suasana)
Sepenggal lagu
itu memang berisikan tentang cinta. Tapi syair lagu itu berisikan tentang cinta
yang indah. Cinta yang benar-benar bisa mempesonakan setiap insan yang sedang
merasakan indahnya cinta. Bahkan cinta itu bisa membutakan seseorang yang
sedang jatuh cinta. Jadi pantaslah kalo ada pepatah “cinta itu buta”. Memang
seperti itu kenyataannya, bahwa cinta bisa membutakan apa pun yang ada di
sekitar kita.
Cinta juga
harus dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai, bukan atas dasar paksaan.
Jika cinta bukan paksaan tapi knapa zaman dulu ajang perjodohan laku ya?? Nah,
itu yang buatku bertanya-tanya sampai detik ini.
Kataku tadi,
cinta harus dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai. Tapi jika hanya
dilakukan oleh satu orang, apakah masih termasuk cinta? Mmmmttttt, bingung juga,
itu termasuk cinta apa bukan. Soalnya zaman sekarang banyak orang yang
mencintai hanya satu sisi aja, ya bisa dibilang cinta bertepuk sebelah tangan.
Cinta yang
bertepuk sebelah tangan kadang emang nyakitin, tapi kadang juga berakhir dengan
indah. Itu kalo orang yang kita cintai awalnya nggak ‘ngeh’ ama kita trus jadi ada rasa ama kita. Yang pasti bukan rasa
benci atau rasa tambah nggak suka, yang jelas itu adalah rasa cinta.
Mencintai itu
awalnya bisa dari perasaan kagum, perasaan suka, perasaan sayang, trus jadi
perasaan cinta. Bahkan kata mencintai lawan jenis itu terlihat dangkal banget
buat orang yang terlalu sering mendapatkan cinta dari lawan jenis dengan mudah
banget. Ibarat kayak mungutin sampah di tempat penampungan sampah.
Tapi itu bakal
beda lagi kalo ama orang yang jarang mendapatkan cinta bahkan nggak pernah
ngrasain cinta dari lawan jenis. Wuihhhhhh.... tragis banget kalo mpe nggak
pernah ngrasain cinta dari lawan jenis. Wkkwkwkk (peace J).
Itulah cinta yang bener-bener berwarna, kadang
warnanya cerah tapi kadang juga gelap (kayak nggak ada lampu). Ibarat pelangi,
penuh warna. Ada merah, jingga, kuning, hijau,
biru, nila, dan unggu.
Semua
tergantung kita yang mengalami dan merasakannya. Kalo kamu mau warnanya cerah
terus, ya itu bisa aja. Caranya kamu brusaha untuk mendapatkan rasa cinta dari
orang yang kamu suka trus dirawat deh. Bisa dibilang jangan mau mencintai dari
satu sisi aja alias cinta bertepuk sebelah tangan. Eitzzzzz, tapi nggak akan
segampang itu buat lawan jenis kita juga cinta ama kita. Nggak segampang kamu
nulis kata CINTA di lembar kertas kosong, nggak segampang kamu berteriak kata
CINTA, nggak segampang kamu ngehayal dipeluk ama Justin Bieber atau ama artis
beken lainnya. Karena untuk mendapatkan semua itu butuh yang namanya PENGORBANAN.
Pengorbanan
cinta ibarat kalo kita beli barang. Ada uang banyak pasti juga bisa beli barang
dengan kualitas yang OK punya. Kalau mau kualitas barang OK tapi nggak ada uang
banyak gimana? Ya itu sama aja namanya bo’ong.
Nah
pengorbanan cinta itu juga kayak gitu. Mau hasil akhirnya sesuai dengan apa
yang kita harapin? Yang jelas harus berusaha keras untuk mendapatkannya. Karna
semua itu nggak semudah ama apa yang kita harapin. Nggak semudah kayak balikin
telapak tangan. Kalo balikin telapak tangan cuma butuh waktu sedetik,
pengorbanan cinta itu bisa berkali-kali dari waktu balikin telapak tangan.
Bahkan udah
dibela-belain berkorban sampai tetes darah penghabisan kayak di medan perang
aja belum tentu bisa berakhir bahagia atau sesuai dengan apa yang diharapin.
Gimana kalo nggak ada yang namanya pengorbanan? Entahlah.... nggak bisa
bayangin kayak gimana.


0 komentar:
Posting Komentar