BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 30 Mei 2012

biasa aja 'tuh!!!


          Sebagai anak muda, pasti selalu dan slalu ngalami yang namanya masalah. Bisa dibilang kalo masalah itu udah kayak makanan shari-hari.

          Masalah emang sering dan mudah banget buat ditemuin di kehidupan anak muda. Mulai dari temen, orang tua, pacar sampai hal paling terkecil kayak nggak bisa ngerjain soal ulangan; dan emang semua itu masalah. Mau besar atau sesimpel-simpelnya masalah, tetep aja namanya masalah.

          Aku aja yang udah duduk di bangku perkuliahan aja, masih kok berkecimpung di dunia permasalahan. Kadang aku juga nggak habis mikir, kenapa sih masalah itu selalu datang, selesai satu, ehhhhhh dateng lagi. Kayak antrian pas lagi sale gede-gedean. JJ Atau kenapa sih masalah itu nggak kelar-kelar?

          Bertubi-tubi pertanyaan pasti pernah hinggap di otak. Bahkan kalau masalahnya tiap hari ada, udah berasa kayak aku tuh lagi pacaran sama masalah itu.

          Dengernya mungkin aneh kali ya, kok pacaran sama masalah? Emang nggak ada cowok yang mau sama aku?????

          Bukan gitu juga maksudku,,,, yang jelas karena aku udah keseringan ama masalah makanya udah berasa kayak ‘sejoli’ yang nggak bisa dipisahin.

          Pernah nih ya, ku dapet masalah yang menurut ku emang super duper dan sangat fantastis bagi aku, tapi mungkin menurut kamu biasa aja tuh!!!



          Denger ya.....

          A : “ya udah kita putus aja...” (dengan nada yang paling enak di denger, kayak lagi nggak terjadi apa-apa, ya mungkin kalo kamu dengerin suara Agnes Monica yang enak banget, mungkin segitunya waktu ngomong it)

          Aku : “putus??” (ngomong terbata-bata sambil nahan nangis)



          Itu salah satu permasalah yang pernah aku alami dan mungkin juga pernah kamu alami.

          Ketika kamu ditinggalin untuk selamanya atau istilah bekennya adalah diputusin, mungkin kamu ngrasa bahwa dunia ini rasanya mau runtuh, udah mau kiamat, atau apalah...

          Dipikiran kamu bakal ada kata-kata “gimana hidup ku tanpa dia?”

          Atau... “aku nggak bisa hidup tanpa dia”



          Emang sih berat ketika kamu ditinggalin ama seseorang yang kamu sayang. Susah..... dan harus extra perjuangannya buat nrima kenyataannya kalo kamu udah nggak ama dia lagi. KAMU UDAH NGGAK AMA DIA LAGI,,,, (maaf pake huruf kapital semua, biar jelas J) itu mang kenyataan yang harus kamu trima.

          Tapi yang mau aku bahas bukan masalah diputusin gitu...



Ok.... whatever-lah masalah yang kamu hadapi kayak apa, mau diputusin ama cowok atau cewek dan kamu harus nangis darah sekalipun; orang yang kamu sayangi dipanggil Tuhan, nilai IP mu di semester ini yang ancur total (mungkin di Kartu Hasil Study nilaimu semua E), uang bulanan mu berkurang drastis, kamu nggak dapet-dapet pacar, orang tua mu jadi brangkut atau apapun masalah yang kamu hadapi, itu tetap dan tetap akan menjadi masalah.

          Namanya masalah nggak bisa dirubah menjadi suatu kebahagiaan (secara tulisan). Bener nggak????

          Tapi kamu bisa rubah arti dari masalah menjadi suatu kebahagiaan. Emang sih kedengerannya mustahil banget. Nggak mungkin banget......

          Eitzzzzzz.... jangan salah dulu, silahkan liat dan baca di Alkitab..

          Ini ni janji Tuhan buat anak-anakNya...

         

          “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.
Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

-       1 Korintus 10:13 -


Senin, 28 Mei 2012

Arti Cinta

Kahlil Gibran mengatakan bahwa hidup tanpa cinta seperti tumbuhan yang tak berbunga dan berbuah. Sedangkan Friedrich Max Muller, seorang filsuf Jerman mengatakan bahwa bunga tidak akan berkembang tanpa adanya matahari. Begitu juga manusia, manusia juga tidak akan bisa hidup tanpa cinta. Tapi cinta saja tidak akan menunjang suatu hubungan.
Cinta itu ibarat sebutir benih yang siap untuk ditanam. Ketika benih itu ditanam ditempat (tanah) yang baik, selalu disiram dan dirawat dengan baik (penuh kasih sayang), maka benih itu nantinya tidak akan menjadi benih begitu saja. Benih itu bisa berubah menjadi bunga yang cantik atau tanaman yang menghasilkan buah yang enak. Tapi kalau benih itu ditanam di tanah yang baik dan nggak dirawat juga nggak akan menghasilkan apa-apa. Demikian juga kalo benih itu nggak ditanam di tanah yang baik ditambah lagi nggak dirawat, hasilnya juga lebih buruk. Baru beberapa hari aja udah mati.



Tanaman perlu adanya kasih sayang dari sang empunya tanaman itu. Dia nggak akan tumbuh dengan baik gitu aja tanpa ada campur tangan pemiliknya.
Ternyata nggak jauh beda ama cinta. Cinta juga butuh perawatan yang baik. Kalo cinta dibiarkan begitu, pastilah cinta itu lama-lama akan mati. Ya, bisa dibilang bahwa cinta itu akan pergi meninggalkan diri ini.


Cinta juga ibarat lilin. Ketika lilin itu menyala, mampukah kita untuk menjaganya dari angin. Angin itu ibarat masalah-masalah yang datang dalam kehidupan percintaan. Angin bisa saja kecil namun juga bisa besar, bahkan bisa memporakporanda semua yang ada di sekitarnya.
Kalau kita mampu menjaga lilin itu agar tetap menyala, maka lilin itu terus akan menyala dan menerangi sekitarnya. Menjaga lilin agar tidak redup atau padam juga tidak mudah, pastinya dibutuhkan usaha extra. Demikian juga dalam hal cinta, menjaga agar seseorang yang kita sayang untuk tetap menyayangi kita pasti juga nggak mudah. Mungkin bisa dilakukan dengan saling percaya, menjaga komunikasi, saling menghargai, tenggang rasa, humor yang tinggi atau masih banyak hal lain yang bisa dilakukan.
Cinta itu tak selamanya indah, namun juga tak selamanya berisikan kisah penuh air mata. Cinta, sebuah kata yang sering diucapkan dan sering didengar. Semua makhluk pun bisa nglakuin itu dengan mudah. Mulai dari hewan sekecil apa pun sampai manusia kayak kita ini.
            Nglakuinnya memang mudah, tapi memaknai apa arti cinta itu sendiri, bisa dibilang rasanya susah banget. Karena banyak orang yang hanya mampu mengungkapkan tanpa tahu apa arti ketika mereka berkata cinta.

Kilau – inikah cinta
tiba di saat berjumpa
jumpa dirinya di suatu suasana
ku rasa getaran di dalam dadaku
hatiku tak bisa berkata
saat ku jumpa dirinya di suatu suasana
terasa getaran dalam dada
ku coba mendekatinya, ku tatap wajahnya
oh dia sungguh mempesona
ingin daku menyapanya, menyapa dirinya
bercanda tawa dengan dirinya
namun apa yang kurasa
aku tak tau harus berkata apa
inikah namanya cinta oh inikah cinta
cinta pada jumpa pertama
inikah rasanya cinta, oh inikah cinta
terasa bahagia saat jumpa dengan dirinya
ku jumpa dia berikutnya suasana berbeda
getaran itu masih ada
aku dekati dirinya, ku tatap wajahnya
oh dia tetap mempesona
rindu terasa di kala diri ini ingin jumpa
ingin selalu bersama bersama ooh
(bersama dalam segala suasana)
Sepenggal lagu itu memang berisikan tentang cinta. Tapi syair lagu itu berisikan tentang cinta yang indah. Cinta yang benar-benar bisa mempesonakan setiap insan yang sedang merasakan indahnya cinta. Bahkan cinta itu bisa membutakan seseorang yang sedang jatuh cinta. Jadi pantaslah kalo ada pepatah “cinta itu buta”. Memang seperti itu kenyataannya, bahwa cinta bisa membutakan apa pun yang ada di sekitar kita.
Cinta juga harus dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai, bukan atas dasar paksaan. Jika cinta bukan paksaan tapi knapa zaman dulu ajang perjodohan laku ya?? Nah, itu yang buatku bertanya-tanya sampai detik ini.
Kataku tadi, cinta harus dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai. Tapi jika hanya dilakukan oleh satu orang, apakah masih termasuk cinta? Mmmmttttt, bingung juga, itu termasuk cinta apa bukan. Soalnya zaman sekarang banyak orang yang mencintai hanya satu sisi aja, ya bisa dibilang cinta bertepuk sebelah tangan.
Cinta yang bertepuk sebelah tangan kadang emang nyakitin, tapi kadang juga berakhir dengan indah. Itu kalo orang yang kita cintai awalnya nggak ‘ngeh’ ama kita trus jadi ada rasa ama kita. Yang pasti bukan rasa benci atau rasa tambah nggak suka, yang jelas itu adalah rasa cinta.
Mencintai itu awalnya bisa dari perasaan kagum, perasaan suka, perasaan sayang, trus jadi perasaan cinta. Bahkan kata mencintai lawan jenis itu terlihat dangkal banget buat orang yang terlalu sering mendapatkan cinta dari lawan jenis dengan mudah banget. Ibarat kayak mungutin sampah di tempat penampungan sampah.
Tapi itu bakal beda lagi kalo ama orang yang jarang mendapatkan cinta bahkan nggak pernah ngrasain cinta dari lawan jenis. Wuihhhhhh.... tragis banget kalo mpe nggak pernah ngrasain cinta dari lawan jenis. Wkkwkwkk (peace J).
 Itulah cinta yang bener-bener berwarna, kadang warnanya cerah tapi kadang juga gelap (kayak nggak ada lampu). Ibarat pelangi, penuh warna. Ada merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan unggu.
Semua tergantung kita yang mengalami dan merasakannya. Kalo kamu mau warnanya cerah terus, ya itu bisa aja. Caranya kamu brusaha untuk mendapatkan rasa cinta dari orang yang kamu suka trus dirawat deh. Bisa dibilang jangan mau mencintai dari satu sisi aja alias cinta bertepuk sebelah tangan. Eitzzzzz, tapi nggak akan segampang itu buat lawan jenis kita juga cinta ama kita. Nggak segampang kamu nulis kata CINTA di lembar kertas kosong, nggak segampang kamu berteriak kata CINTA, nggak segampang kamu ngehayal dipeluk ama Justin Bieber atau ama artis beken lainnya. Karena untuk mendapatkan semua itu butuh yang namanya PENGORBANAN.
Pengorbanan cinta ibarat kalo kita beli barang. Ada uang banyak pasti juga bisa beli barang dengan kualitas yang OK punya. Kalau mau kualitas barang OK tapi nggak ada uang banyak gimana? Ya itu sama aja namanya bo’ong.
Nah pengorbanan cinta itu juga kayak gitu. Mau hasil akhirnya sesuai dengan apa yang kita harapin? Yang jelas harus berusaha keras untuk mendapatkannya. Karna semua itu nggak semudah ama apa yang kita harapin. Nggak semudah kayak balikin telapak tangan. Kalo balikin telapak tangan cuma butuh waktu sedetik, pengorbanan cinta itu bisa berkali-kali dari waktu balikin telapak tangan.
Bahkan udah dibela-belain berkorban sampai tetes darah penghabisan kayak di medan perang aja belum tentu bisa berakhir bahagia atau sesuai dengan apa yang diharapin. Gimana kalo nggak ada yang namanya pengorbanan? Entahlah.... nggak bisa bayangin kayak gimana.

Kamis, 24 Mei 2012

impian ibarat pantai

Pantai, tempat yang memang digemari oleh banyak orang. Salah satu yang menjadi daya tarik pantai karena pesonanya yang begitu besar..



Pantai, tempat indah itu, ibarat impian kita yang super duper kita inginkan, impikan; entah karna memang itu adalah target hidup kita atau hanya sebuah kesenangan belaka.

Ketika kita ingin menggapai mimpi itu, kita pasti akan berusaha. Ibarat ketika kita ingin menikmati indahnya pantai dan dinginnya air laut, kita pasti harus berusaha untuk sampai ke sana. Bagaimanapun caranya....... Yup, bagaimana pun caranya akan kita lakukan demi menginjakkan kaki kita di air laut.

Ketika siang hari dan matahari tepat di atas kita, enggan rasanya untuk melangkahkan kaki kita. Malas, itu kata yang terbesit dipikiran kita. Apalagi dengan kaki telanjang, pastilah kaki kita akan merasakan luar biasa panasnya sinar matahari di pasir pantai.

Tapi tahukah kita, ternyata memang nggak semudah yang kita pikirkan untuk menikmati hamparan pantai yang begitu indahnya yang ada di depan mata kita. Nggak semudah harapan kita. Kita tinggal pergi ke pantai yang indah trus jalan gitu aja, trus bisa nikmati pemandangan dan hamparan air laut beserta isinya dengan mudah. Semua itu pasti ada tindakan untuk mendapatkannya.

Demikian juga buat impian kita, banyak hal yang harus kita pikirkan mulai dari apa tantangannnya untuk mendapatkan impian itu. Dan ketika kita berani memilihnya, kita masih akan dihadapkan pada pilihan untuk memilih pilihan-pilihan yang ada atau tidak. Pilihan-pilihan itu pun terkadang juga tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Seringnya meleset dari yang ada dibenak kita.

Di sinilah tantangan kita, apakah kita mau dan mengambil semua resiko yang ada untuk mendapatkan impian kita. Seperti halnya kita ingin menikmati indahnya pantai dan kita harus berjalan dulu dari tempat parkir mungkin serta harus melewati padang pasir yang begitu jauhnya..

Dan yang perlu diingat juga adalah terkadang impian kita untuk menjadi nyata peluangnya hanya bisa datang sekali. Maka ketika mimpi itu datang menghampiri kita, coba pikirkan dengan matang dan pilihlah setiap tantangan yang ada. Karna di setiap tantangan kita bisa bertumbuh dan setiap pilihan ada konsekuensinya. Tinggal kita mau mengambil konsekuensi itu atau kita malah lari meninggalkannya dan akhirnya kita semakin jauh dari mimpi kita...

Selamat bermimpi dan selamat menikmati indahnya panorama pantai yang akan kamu telusuri...