Sebutlah
nama Firaun, raja Mesir: tukang ribut yang membiarkan kesempatan berlalu!
-yeremia
46;17-
Petualang
Marcopolo sampai ke Asia membuahkan hasil yang luar biasa. Injil yang
diberitakannya diresponi dengan bagus oleh pemimpin Mongol, Kublai Khan. Tahun
1269, Kublai Khan mengirim permintaan dari Peking ke Roma, “Mohon datangkan
seratus orang bijak dari agama Kristen, supaya saya di baptis. Bila saya
dibaptis,semua bangsawan dan orang perkasa saya di baptis, dan bawahan mereka
juga dibaptis, supaya ada lebih banyak orang Kristen di sini daripada di tempat
anda.”
Paus Gregory
X menanggapi permintaan Khan tersebut hanya dengan mengirim dua misionaris
saja. Yang menyedihkan, ketika dua orang ini sampai di Armenia, mereka tidak
tahan untuk melanjutkan perjalanan lebih jauh lagi dan kembali pulang.
Lenyaplah kesempatan tebesar untuk menghadirkan Kristus bagi Mongol dan juga
Cina (Waktu itu Mongol sedang menguasai Cina). Tuhan sudah menciptakan
kesempatan luar biasa namun disia-siakan begitu saja. Kesempatan tidak datang
dua kali. Hingga hari ini kita tahu bahwa kekristenan tidak begitu populer di
negara terbesar di Asia itu
Sobat...
sering bangetkan dengar orang bilang “kesempatan kadang ngga datang dua kali.”
Kadang kesempatan yang ada di depan
mata kita lewatkan begitu aja. Mungkin alasan terbesarnya adalah kita tidak
menyadari kesempatan tesebut. Kalo Tuhan memberkati kita secara materi dengan
berlimpah. Pasti Tuhan punya maksud dan tujuan dalam hidup kita. Demikkian juga
dengan banyaknya talenta yang kita miliki. Atau dalam hidup sobat sering banget
menemui orang-orang yang memiliki masalah. Percayalah bahwa di dalam Tuhan ngga
ada yang kebetulan dan semuanya terjadi
hanya karena asal-asalan. Tuhan pengen kita memakai apa yang kita
punya mulai dari waktu, tenaga, ide,
materi, talenta,untuk bisa melakuakn sesuatu bagi mereka yang membutuhkan. Itu
adalah sebuah kesempatan yang harus kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Jangan
sampai kita mengabaikannya dan membiarkan kesempatan itu berlalu begitu sja. Satu
pertanyan yang kita renungkan hari ini
yaitu maukah kita melihat setiap apa yang kita miliki sebagai berkat
untuk kita dan sesama atau hanya sebagai sebuah anugerah yang tidak perlu
dibagi-bagi ke orang lain
0 komentar:
Posting Komentar