Pernahkah kamu mendengar
pasanganmu mengatakan “aku mencintaimu apa adanya kamu?” Yang jelas kata-kata
itu pernah kita dengar bahkan sering terngiang di telinga.
Aku
mencintaimu apa adanya kamu... Kata-kata yang mudah untuk diucapkan, tapi sulit
untuk dilakukan. Kata mencintai apa adanya berarti mau menerima pasangan kita
ya seperti saat ini. Bahkan mau menerima dia tanpa ada embel-embel khusus. Mau
menerima seperti ketika pasangan kita belum jadian ama kita.
Sah-sah aja
seseorang menuntut pasangannya untuk ini atau itu. Tapi yang nggak sah kalau
tuntutanmu itu bisa menyakiti hatinya atau membuatnya menjadi orang lain bukan
dirinya sendiri.
Sebenarnya
apa sih yang kita cari dalam pacaran? Kecantikan fisik atau kecantikan hati?
Kalau dikasih pilihan seperti itu, setiap orang juga akan milih dua-duanya, ya
cantik fisik ataupun cantik hati.
Taukah
bahwa kecantikan fisik itu semu. Mungkin saat ini pasangan kita cantik atau
ganteng seperti bintang film idola kita, berambut panjang, lurus, muka mulus
atau yang lainya. Tapi suatu saat semua itu bisa berubah, mungkin karena waktu
atau karna sesuatu hal yang nggak kita harapkan.
Ketika kita
menuntut pasangan kita seperti apa yang kita inginkan, mungkin saja dia mau
untuk menuruti keinginan kita. Tapi taukah, mungkin saja dalam hatinya, dia
menangis dan mengatakan “Katanya cinta aku apa adanya tapi kok gini.”
Mencintai
yang seperti inilah (cinta bukan apa adanya) sering disebut-sebut dengan cinta
bersyarat. Layaknya sebuh ungkapan “i love u if......” atau bahasa indonesianya
“aku cinta kamu asal.....”
Jika kita
mencintai dengan cara dan sikap seperti ini, bisa saja kita mungkin tidak akan
mendapat cinta yang sejati. Ya cinta yang asal-asalan gitu dan nggak akan
bertahan lama. Karena ketika kita mendapatkan seseorang yang kita cintai atau
mencintai kita dan kita mencintainya dengan cara seperti ini, jelaslah kita
akan merasa hati kita hanya setengah untuk pasangan. Akhirnya.......... kita
akan mencari seseorang yang lebih dari pasangan kita saat ini. Begitu terus
yang akan terjadi jika kita masih menganggap “i love u if.....” adalah hal yang
penting di otak kita.
Jadi... Belajarlah
untuk mencintai pasangan kita seperti apa sekarang bukan seperti apa yang ada
di benak kita. Meski itu memang susah dan mungkin bisa dibilang mustahil, tapi
kalau kita lakukan semua itu dengan hati, yakinlah kita bisa melakukannya..

0 komentar:
Posting Komentar