terlunglai lemas dibalik tirai jendela kamar,
merintih menangisi di antara derasnya hujan
mengeluh akan sebuah ketidaksempurnaan
bola mata mencari-cari sbuah pmandangan yang menyebalkan
menyiksa batin dan menggores hati
yang entah kapan akan selesai dan tak akan merasakannya lagi
suara petir mngelegar
angan-angan pun mulai terbang jauh bersamaan suara-suara kacau
menembus dimensi alam lain
muncullah seorang gadis cantik jelita
penuh dengan pancaran sinar keanggunan
terlihat bahagia akan kesempurnaan hidupnya
bayangannya trus menghantui stiap angan
terlintas pikiran menyalahkan akan smua hal yang terjadi
myalahkan akn smua ketidaksempurnaan
gadis itu trus berkejaran di otak
'aku' hanya berlari ke cermin
melihat diriku yang tak kan mungkin sama dengan nya
'aku' hanya seorang gadis yang bukan siapa-siapa n bukan apa-apa
'aku' hanyalah aku
seorang gadis yang penuh dengan ketidaksempurnaan
fuuuuuuhh.....
ku branikan bertanya pada cermin, yang tahu siapa 'aku'
"Cermin, jika aku sebagai temanmu? apakah kamu mau menerimaku apa adanya?"
cermin itu tak mau menjawab pertanyaan itu
ku bertanya lagi, "Jika kamu sahabatku, apa mau menerimaku apa adanya?"
tak ada jawaban juga
"Cermin, pertanyan terakhir, jika kamu mendapatkan cewek seperti aku, apa kamu sanggup mnerima apa adnya?"
kutunggu dia membuka suara, menjawab pertanyaanku
huhhh, sama sekali tak ada jawaban
satu jam sudah kupandangi cermin itu,
suara hati ini mulailah berkata, "Kamu bodoh sekali menanyakan smua itu, apakah kamu yang tidak mau menerima dirimu sndiri??? bodohnya kamu myalahkan oranglain yang hanya mlihat smuanya dari fisik!!!"
deg, jantung seakan bhenti..
Tuhan, maafkan 'aku', yang sering tidak mnerima smua ini
mnyalahkan smua yang ad pada ku
mginginkan apa yang ada didiri orang lain
kini kusadar, bahwa aku lebih sempurna dibandingkan dengan mereka yang tak cacat sedikitpun
kusadar ku memang sempurna, karena ku mampu mensyukuri apa yang terjadi padaku..
kusadar, ku jauh lebih beruntung dari mereka yang tidak mempunyai tangan dan kaki,
ku sadar ketidaksempurnaanku sekarang bisa membuatku sempurna,
dari sinilah ku tahu siapa orang yang tulus dan tidak
dari sinilah kutahu orang yang melihat dari fisikly atau dari dalam...
thanks God for everything that has been given to me
Jumat, 29 Juni 2012
kisah seorang anak kecil
Diposting oleh strawberry_girl
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar